Rabu, 06 Juli 2016

Perkara Takdir

Hai, namaku Na, lengkapnya sudah terembel-embel di setiap sudut blog ini. (Korona)
Aku cuma gadis biasa dengan sejuta mimpi. Kalimat yang terahir kubaca yang masih teriang sampai sekarang adalah :

"Dengan DOA takdir pun bisa berubah"

Kalimat itu didahului dengan bacaan yang tak kalah ajaib yang kudapat dari salah satu situs :

"Menurut hari kelahiran kamu, kamu itu adalah lebu katiup angin (debu tertiup angin)yang artinya segala yang dicita-citakannya tidak akan tercapai."

JLEB!

Yang kubaca adalah situs primbon. Dan kalimat bertanda petik paling atas kutemukan dari buku tafsir ayat Al-Qur'an yang dibagikan gratis di masjid pacar adekku.

Oke fiks 'Kronalogis' yang ingin kuceritakan di sini adalah : Aku yang punya kecenderungan terobsesi dengan primon menemukan jalan terang setelah membaca inti-inti sari Al-qur'an. Alhamdulilah ya...

Saat takdir memberiku bayangan-bayangan gelap. Tuhan menunjukan satu lorong benderang di antaranya. Lorong yang bisa kulewati suatu saat nanti. Lorong yang baru kubangun dengan doa-doa.

Percayalan berkara takdir adalah urusan Tuhan, tapi kita tetap bisa me-riquest takdir kita kalau kita mau.

Semangat! Oh, ya Selamat Idul Fitri Semuanya.


.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar