Rabu, 06 Juli 2016

Behind the scene

Cerita di balik kenapa bisa terlahir blog ini. Kalau boleh jujur karena aku sempet ngintip blog DWITASARI DWITA penulis muda yang kondangnya masyallah itu, Ehem...

Isina apa? Isinya cuma seputaran die yang galau karena naksir nggak kesampaian sama seorang cowok. Entah fiktif, entah semi fiktif, apa kenyataan, tapi yang jelas beuh pengunjung blognya menukik ke atas. Sudah berapa banyak ABG bertandang ke sana dan menyatakan ngefans. Gila dari kisah galau naksir seorang cowok yang mbulet-mbulet gitu-gitu doang bisa menarik masa segitu banyak? Uhuk, maybe aku harus nyontek caranya dia. *pelatahdetect

Udah buat blog. Download template sana sini. Berantakin, benerin lagi. Akhirnya bisa dapet si pinky yang unyu banget dengan ornamen kueh-kueh ini. Udah tinggal eksekusi. Nah, ditinggal eksekusi yang dalam artian : POSTING. Aku dihadapkan dengan kenyataan kehidupan CINTAKU nggak ngenes-ngenes amat. Bukan emang nggak ngenes beneran, pacar pertama gue seorang playboy, ciuman pertama gue di semak-semak tebu sama orang yang nggak gitu gue cintai, juga kisah pahit di penghujung usia 19 tahun gue, LDR, dikhianatin, banyaklah.

Tapi masalahnya "GUE NGGAK BISA CERITA YANG MENYEDIHKAN". Selama ini gue cukup woles dengan cinta gue. Terjadi ya terjadi, disakitin ya toh bakalan sembuh. Kalo nggak jodoh nggak maksa. Ya, udah gitu. FLAT (setidaknya gue memandangnya begitu). Bahkan keskeptisan gue terhadap cinta membawa gue pada rancana B : Kalau emang kagag ada cinta sejati buat gue, gua nggak nikah aja kali ya. Gue bakalan keliling dunia sambil nulis. Ohohoho

Sedikit bocoran, emang sih gue cinta parah sama pacar gue yang saat ini, tapi kalau emang dia pergi, ya, sutralahh. Gue tinggal jalanin rencana B. Nggak repot, nggak usah mumet-mumet.

Terus gimana gue nulis cerita cinta gue kalau gue nggak nganggep cinta itu penting-penting amat? Gimana gue bisa menarik minat pembaca baper dengan kisah cinta realistik yang kayak di sajiin si mbak 'itu'?
Mungkin memang bukan seperti itu gaya gue. Korona akan menemukan cara ceritanya sendiri. Ya, gue yakin.


Sementara, untuk cinta mungkin akan gue pikir-pikir lagi. Mungkin beberapa bulan ke depan gue bakalan nemuin cara buat menguak kisah cinta gue ke area publik. Untuk sementara isi blog gue ya bakal-bakal cerita tentang apa yang gue suka. Game, mimpi, film, karir nulis gue yang masih di kaki dasar samudra.

Eh, jadi inget, tujuan lain gue nulis blog ini juga buat rekam jejak gue di dunia kepenulisan. Jadi semisal entah kapan gue jadi penulis kondang indonesia (bolehkan ngayal?), banyak pembaca yang baca karya gue, gue akan arahin mereka ke blog ini. Biar mereka(kalian) tahu kalau gue emang remaja tua biasa, bukan anak konglomerat, bukan publik figur, bukan orang yang kerenlah. Tapi gue punya mimpi, dan itu buat gue semangat meraihnya meski dihadang berbagai rintangan.

Gue sama kayak kalian kok, masalah gue nggak jauh-jauh beda. Gue orang yang payah dalam skripsi, yang ditentang ortu dalam cita-cita, yang punya pacar nggak ganteng dan sama depresinya, yang kerjaannya males-malesan dan diomongin tentangga, gue SAMA! Tapi gue penjuang, dan entar seandainya gue 'berhasil' kalian jadi bisa punya semangat yang sama kayak gue.

"Kita memang sampah. Yang dibuang orang yang tidak melihat sisi guna kita. Tapi yang musti dicatat, sampah pun tetap bisa didaur ulangkan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar