Sekedar info saja, selama bulan ramadhan kemarin aku kehilangan sumber mata pencaharian (baca: ngeles). Karena anak-anak muridku habis UAS dan libur panjang jadi aku mendadak jadi fakir misin ketika ramadhan kemarin. Hari-hariku cuma kuhabiskan di depan laptop nyelesaiin naskah buat lomba bentang pustaka. Sama buat ikut-ikut kuis di radio, yang bikin aku senewen setiap tidak menang. Dan akhirnya dari banyak kuis yang kuikuti cuma menang yang dapat pulsa 25.000 padahal aku ngarepnya dapat tunal 100.000-300.000. Kan lumayan buat lebaran. Tapi yang namanya rezeki memang tidak bisa ditukar. Rezekinya memang cuma segitu mau dimana lagi.
"Rezeki itu tidak cuma berupa harta benda, bisa dari kesehatan, dari ilmu pengetahuan, kesempatan, bahkan waktu yang kita miliki dengan cuma-cuma itu juga bentuk rezeki
Yuk bersyukur. Selalu aja berpikir positif sama Allah. Boleh saja aku yang kere di masa ini adalah karena Allah lagi nabung rezekikuu entah buat kapan. Hehehe. Semoga saja emang gitu.
Cerita-cerita soal pacarnya adikku, apa aku nggak malu dikasih angpau dia? Nggaklah, secara tuaan dia jadi meski nanti statusnya jadi adik iparku aku tidak ragu untuk tetap memanggilnya 'MAS'. Sebagai kakak yang emang udah punya tabiat childish aku menerima angpau 50.000 dengan riang tak terbendung.
Tulisan ini untuk mengenang kebaikan si mas pacarnya adekku itu. Jadi seumpama di masa depan dia ada slek denganku, aku akan lebih berpikiran jernih dengan mengenang kebaikan-kebaikannya. Tidak ada salahnyakan mencatati kebaikan seseorang sekecil apa pun itu? ^_^





Tidak ada komentar:
Posting Komentar