Waktu puasa kemarin, aku menonton film itu lagi dengan adikku. Dan sukses nangis lagi.
Mungkin sudah banyak yang meview film itu. Menilainya bagus, dan memang bagus sekali.
Aku merasakan sebagian diriku menjadi sosok Tom Yao. Ingat ketika ia mendapat penghargaan blogger? Dan ibunya sama sekali nggak bangga. Itu hampir sebelas dua belas denganku saat mamerin bukuku ke bapakku. Oh, so lame for me. tapi tidak apa-apa semua orang berhak bodoh dengan mimpinya. Tapi sejatinya ia menjadi orang yang bahagia di saat bersamaan. Lalu tiba-tiba sosok patrick star mampir di kepalaku. Dia bodoh, tapi ia bahagia. Buat apa menjadi jenius tapi tidak sesuai kehendak hatimu?
"Yang harus dilakukan dengan apel busuk adalah, memotong bagian yang busuk kemudian memakan bagian yang bagus. Karena kalau kamu membuangnya semua kamu nggak akan dapat apa-apa"
Melihatlah seseorang dari sisi yang bagus, maka kamu akan kebaikannya. Saat kamu melihat dari sisi busuknya, maka sebenarnya kamu sedang sama busuknya dan mencari teman<-- yang ini quotenya dari otakku sendiri. Nggka tahu tiba-tiba mampir aja. Gila kayaknya aku punya bakat jadi Mario Teguh wanna be.
Pujilah orang dengan sepantasnya, contohnya aku memuji muji pacarku ganteng meski sangat jauh dari fakta. Buat apa? Biar dia ngerasa ganteng, kalau dia ngerasa gantengkan dia tidak perlu beli-beli sabun muka cowok, atau potong rambut ke salon mahal. Dampaknya dia akan mengalokasikan dana 'perawatannya' untuk pacarnya yang imut ini. Kalau begini siapa yang seneng?
"Kunci itu penting. Semua orang punya kunci masing-masing. Semua bukan dinilai dari akhir yang di dapat, tapi dari progres. Sejauh mana dia mampu berkembang."
Saat melihat Chengcai aku melihat sosok adik cowokku yang pernah pengen aku bunuh saking nyebelinnya. Dia urakan, seenak bodong, kasar, kalau makan berantaan. Tapi mungkin dia punya sisi berlian. Meski dari segi fisikku mengoarkan sinya "Anti Banget!!" tapi jauh di lubuk hatiku aku berdoa semoga dia berhasil dengan segala potensiya. Dia satu-satunya anak cowok di keluargaku, semoga bisa membaganggakan orang tuaku.
Aku nggak mau kalah juga tentunya.
"PAK BUK AKU PENGEN JADI PENULIS!!!" lalu kejang-kejang :-p





Tidak ada komentar:
Posting Komentar