Senin, 25 Juli 2016

i feel loozer

Sometime i feel looser
Hari ini aku merasa sendu. Entahlah, aku merasa tidak terlalu menikmati membagi ilmu dengan anak-anak lagi. Aku suka aku ingin, tapi... dengan hilangnya beberapa muridku membuat semangatku melempem. Ada sekar, sidiq, dan farel mereka yang sangat kusayangkan. Mereka kudengar sudah pindah les-lesan. Ya, penyebabnya nilai mereka yang turun. Ah, sudahlah, memang susah mendidik anak orang. Apa lagi dengan aku yang begini, aku nggak bisa dihormati selayaknya guru, cuma buruh, Cuma batu-bantu pelajaran mereka.
Aku selalu berusaha ceria dan asyik di depan mereka. Tapi sangat mengemban beban mental, bagaimana kalau nilai mereka nggak naik, bagaimana kalau renking mereka turun... huft... itu sangat melelahkan. Sejujurnya aku sangat ingin fokus menulis, tapi terkadang menulis pun terasa jenuh. Beberapa hari ini semangat nulisku agak lamban, padahal ada deadline lomba batch 2. Eh, ya alhamdulilah kemarin aku lolos batch 1, yeee... alhamdulilah semoga menjadi awal yang baik. Meski ada juga yang menyayangkan Cuma bentuk e-book. Beberapa temanku malah menyatakan nggak tertarik setelah tahu cuma e-book. Hemmm.... ditambah ternyata royalti yang ditawarkan agak kecil, lebih kecil dari aku biasanya menulis buku fisik. Padahal perkiraanku royaltinya bisa sampai 50% soalnyakan ya nggak ada biaya cetaknya. Tapi entahlah, begitu kebijakan penerbit. Sebagai penulis pemula ya aku nerima-nerima ajalah. Semoga kedepannya lebih baik.... :3
Ini juga berangkat les tunak-tunuk ke tempate Nana, eh ternyata nana nggak ada di rumah. Ke gramedia kayaknya beli buku pelajaran, entah sudah SMS belum juga aku nggak tahu. di Hpku nggak masuk SMSnya huhuhu, ya merasa nggak dihargai lagi...
Jadi guru les susah... jadi penulis susah... terus mau jadi apa aku. Ah, kebanyakan ngeluh mau jadi apa kamu Na na... kamu ada orang tua yang harus dibahagiakan lho.
Tapi kenapa aku tidak juga berprestasi... tidak juga bisa menghasilkan. Duh, memalukan banget sih aku jadi anak. :’( Bapak, Ibu maafkan anakmu...
Kadang ku sampe ngaca, duh mukaku. Jelek banget, entah udah berapa bulan aku nggak beli alat make up, sekedar pelembab pun nggak mampu beli. Yah, kok aku gini amat ya Allah... Mbok datangkan ke ajaiban gitu lho ya Allah... aku udah priatin banget lho ini...
Mungkin Allah punya rencana yang indah. Aku yakin kesedihan-kesedihanku di masa ini akan terbayar suatu hari nanti. Niatku ingin membahagiakan orang tuaku ya Allah. Bantu aku ya Allah. Biar tidak sia-sia hidupku. Biar bisa memberi manfaat orang lain. Aminn.... :’(
Ah, mau rampungin naskah, ah, semoga ini bernasip baik juga amin! Gogoooggooooo... goo Korona gooo... gasss pooooolllll!!!!! Hehehe ^_^

NB : Menulis kesedihan dan ketakutan membuatku lebih baik, terimakasih blog ini terimakasih diriku sendiri. Be Strong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar